agusdayu

Just another WordPress.com site

PSY Mengalahkan Justin Bieber dengan Menempati Posisi No.1 ‘Most Viewed Video’ di Youtube!


wew

KoreanIndo

psy no.1 most viewed video youtube1Pada hari Sabtu (November 24), Psy akhirnya mengalahkan ‘Baby’ Justin Bieber dan merebut posisi no. 1 dalam chart ‘Most Viewed Video’ di Youtube.

Setelah ditonton sebanyak 812,794,421 kali (jumlah ini masih bisa bertambah), Psy  ‘Gangnam Style’ menggeser ‘Baby’ Justin Bieber yang memiliki 804,427,585 penonton dan langsung menempati posisi teratas chart tersebut!

Lihat pos aslinya 38 kata lagi

Cha Tae Hyun, “Aku pikir Song Joong Ki cocok memerankan Jeon Woo Chi”


ikut kakak

KoreanIndo

Aktor Cha Tae Hyun mengungkap perasaan yang sebenarnya terhadap peran barunya dalam drama KBS saat ini “Jeon Woo Chi.”

Dalam sebuah wawancara di “Entertainment Broadcast” KBS yang disiarkan pada tanggal 24 November, Cha Tae Hyun mengakui bahwa akan lebih baik jika aktor Song Joong Ki mengambil peran Jeon Woo Chi bukan dirinya.

Lihat pos aslinya 66 kata lagi


agusdayu

candi majapahit

Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali, dan Filipina.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terakhir di semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.[2] Kekuasaannya terbentang di Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo dan Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan

 

Historiografi

Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit,[4] dan sejarahnya tidak jelas.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (‘Kitab Raja-raja’) dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno.[6]Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu,

Lihat pos aslinya 2.414 kata lagi

FILOLOGI


FILOLOGI
PENGANTAR.
– Filologi dikenal sebagai ilmu yang berhubungan dengan karya masa lampau yang
berupa tulisan.
– Studi terhadap karya masa lampau dilakukan karena :
– Adanya anggapan bahwa dalam peninggalan tulisan masa lampau terdapat atau
terkandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masa kini.
– Hasil karya masa lampau berada dalam kondisi yang tidak selalu dapat diterima dan
dipahami dengan jelas dan dapat dikatakan “gelap” oleh pembaca sekarang.
– Memiliki informasi tentang hasil budaya masa lampau yang berupa buah pikiran,
perasaan, adat istiadat, hukum, kepercayaan, nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,
dan berbagai segi kehidupan yang pernah ada.
– Karya tulis masa lampau tercipta dari latar sosial dan budaya yang berbeda dengan
latar sosial budaya masyarakat pembaca masa kini.
– Karya tulis berasal dari kurun waktu berpuluh tahun atau ratusan tahun yang lampau,
saat ini telah mengalami kerusakan akibat proses penyalinan dalam waktu yang lama,
ataupun akibat faktor bahan maupun cuaca. Sehingga semua itu mengakibatkan
munculnya variasi.
– Kerusakan bacaan, kerusakan bahan, dan munculnya sejumlah variasi pada teksnya
menuntut cara untuk mendekatinya.
– Karakteristik karya-karya tulis dengan kondisi yang demikian, menuntut pendekatan
yang memadai dalam membaca dan menyiangi berbagai kesulitan yang ada. Untuk ini
maka muncullah filologi.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa lahirnya filologi dilatarbelakangi oleh
berbagai faktor berikut :
1. Munculnya informasi tentang masa lampau di dalam sejumlah karya tulisan.
2. Adanya anggapan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tulisan masa
lampau masih relevan dengan masa kini.
3. Kondisi fisik dan substansi materi informasi akibat rentang waktu yang panjang.
4. Faktor sosial budaya yang melatarbelakangi penciptaan karya-karya tulis masa lampau
yang tidak ada lagi atau tidak sama dengan latar sosial budaya pembacanya masa kini.
5. Keperluan untuk mendapatkan hasil pemahaman yang akurat.
1. PENGERTIAN FILOLOGI.
A. Etimologi dan Terminologi.
Etimologi :
– Filologi berasal dari bahasa Yunani philologia, yang merupakan gabungan dari kata
philos : teman, dan logos : pembicaraan atau ilmu.
– Dalam bahasa Yunini philologia memiliki tahapan perkembangan arti :
enang berbicara.
Senang belajar.
Senang kepada ilmu.
Senang kepada tulisan-tulisan.
Senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi, seperti karya sastra.
Terminologi :
– Istilah “filologi” mulai dipakai kira-kira abad ke-3 SM oleh sekelompok ahli dari
Iskandariyah. Pencetusnya adalah Eratosthenes.
– waktu itu, mereka harus berhadapan dengan sejumlah peninggalan tulisan yang
menyimpan suatu informasi dengan bentuk yang bermacam-macam, dimana pada
fisiknya terdapat sejumlah bacaan yang rusak atau korup.
– Secara istilah Filologi adalah ilmu yang digunakan untuk mengkaji peninggalan tulisan
yang berasal dari kurun waktu berpuluh tahun atau beratus tahun sebelumnya.
– Dalam istilah Arab, filologi dikenal sebagai tahqiq yaitu mengetahui hakekat (kebenaran
sebenarnya) sebuah tulisan atau teks. Sedangkan orang yang melakukan pen-tahqiq-an
sebuah teks disebut muhaqqiq.
– Tahqiq adalah penelitian cermat terhadap sebuah karya sastra atau teks yang mencakup
hal-hal berikut :
1. Apakah benar sebuah karya sastra (yang sedang diteliti atau ditahqiq) merupakan
karya asli pengarang sebagaimana yang disebut dalam judul buku.
2. Apakah isinya benar-benar sesuai dengan mazhab pengarang.
3. Mentahqiq dan mentakhrij semua ayat-ayat Al Quran dan Hadits dengan menyebut
sumbernya dalam catatan kaki jika pada teks yang ditahqiq tidak disebutkan.
4. Memberi penjelasan hal-hal yang kurang jelas pada teks.
Batasan dan wilayah studi filologi.
– Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti luas.
– wilayah dan jangkauan studi filologi adalah meliputi aspek kebahasaan, kesusastraan dan
kebudayaan.

KISAH HARUT DAN MARUT


Harut dan Marut termasuk bangsa malaikat yang mulia. Keduanya memandang bahwa malaikat lebih utama daripada anak cucu Adam, lantaran malaikat tidak pernah maksiat kepada Allah, ahli dzikir dan tasbih, serta tekun beribadah, sedangkan keturunan Adam adalah para ahli maksiat, pelaku dosa dan kezhaliman. Allah pun memberi wahyu kepada keduanya, “kalian berdua, Harut dan Marut, akan seperti anak cucu Adam jika kalian berdua memiliki nafsu syahwat, bahkan kalian berdua bisa melakukan dosa yang lebih dasyat dari perilaku manusia.” Harut dan Marut menjawab, “ Maha Suci Engkau, ya Allah! Tuhan kami, tidak seharusnya bagi kami untuk bermaksiat kepada-Mu.”
Setelah itu, Allah memberi keduanya hawa nafsu, lalu menurunkan mereka ke negri Babilonia. keduanya diperintah untuk menghukumi manusia dengan kebenaran dan menganugrahkan mereka kemampuan sihir. Jika sore hari tiba, keduanya menyebut asma Allah Yang Maha Agung dan naik kelangit. Hal ini berlangsung selama sebulan.
Hingga akhirnya, datang kepada keduanya seorang wanita yang cantik parasnya dan elok perawaka tubuhnya, namanya Zuhrah, anak bangsawan dan pembesar dari negri Persia ( Iran ). Ia mengadukan permasalahanya kepada Harut dan Marut dengan bersikap genit dan amoral. Ia mengurai rambutnya kebelakang, membuka cadar wajahnya, dan menguji keduanya. Saat itu, setan menjadikan Harut dan Marut memandan indah wajah itu, hingga keduanya terperosok kedalam kubangan hawa nafsu. Keduanya saling mengutarakan rasa cintanya atas wanita itu, mereka berhasrat untuk memilikinya. Namun, sang wanita menolak. Ia berkata, “ aku tidak akan menyerahkan diriku kepada kalian,sampai kalian berdua bersujud kepada berhala dan meminum khamr.” Keduanya pun ( Harut dan Marut ) menolak.
Wanita itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Ternyata, kepergianya ini semakin membuat rasa cinta Harut dan Marut bertambah. Karena tidak terbendung, Harut dan Marut pun pergi menuju rumah sang wanita. Setelah sampai di rumah nya, mereka diberi hidangan oleh wanita itu. Mereka menyantapnya. Lalu, keduanya kembali berhasrat untuk menggaulinya. Dan si wanita berkata, “kalian berdua telah mengetahui apa yang aku inginkan.” Keduanya lalu berkata, perbuata syirik adalah dosa besar, pembunuhan adalah dosa yang besar, sedangkan minum khamr dosanya lebih ringan dari semua itu, sehingga kita pun bisa memohon ampun kepada Allah.”
Akhirnya, mereka berdua meminum khamr. Ketika dalam keadaan mabuk, keduanya menggauli dan berzina dengan si wanita. Tiba-tiba, ada seorang lelaki yang melihat perbuatan nista itu, hingga mereka membunuhnya. Wanita itu lantas berjanji untuk tutup mulut asalkan mereka mau bersujud kepada berhala. Keduanya pun sujud dan menjadi kafir.

Super Junior 슈퍼주니어 A-CHA


Get Instant Feedback When You Publish


Get Instant Feedback When You Publish.


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

KERAJAAN MAJAPAHIT


candi majapahit

Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di semenanjung Malaya, Borneo, Sumatra, Bali, dan Filipina.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terakhir di semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.[2] Kekuasaannya terbentang di Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo dan Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan

 

Historiografi

Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit,[4] dan sejarahnya tidak jelas.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (‘Kitab Raja-raja’) dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno.[6] Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas.[7] Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.[7]

Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Beberapa sarjana seperti C.C. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan.[8] Namun demikian, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti.[5]

Sejarah

Berdirinya Majapahit

 

 

Arca Harihara, dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. Berlokasi semula di Candi Simping, Blitar, kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia.

Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir, menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.[9][10] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.

Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongolia tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongolia untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara, adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet, yang berarti “penjahat lemah”. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.

Kejayaan Majapahit

 

 

Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada.

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang,[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. Jenderal terkenal Majapahit lainnya adalah Adityawarman, yang terkenal karena penaklukannya di Minangkabau.

Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina[13]. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.[14][2]

Jatuhnya Majapahit

Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468[7].

Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Namun demikian, yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana[15].

Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian barat nusantara[16].

Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis, dan Italia mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus, penguasa dari Kesultanan Demak, antara tahun 1518 dan 1521 M[15].

Kebudayaan

 

 

Gapura Bajangratu, diduga kuat menjadi gerbang masuk keraton Majapahit. Bangunan ini masih tegak berdiri di kompleks Trowulan.

Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun. Agama Buddha, Siwa, dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit, dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha, Siwa, maupun Wisnu. Nagarakertagama tidak menyebut keberadaan Islam, namun tampaknya ada anggota keluarga istana yang beragama Islam pada waktu itu[14].

Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelumnya, arsitek Majapahitlah yang paling ahli menggunakannya[17]. Candi-candi Majapahit berkualitas baik secara geometris dengan memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan gula merah sebagai perekat batu bata. Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemui sekarang adalah Candi Tikus dan Candi Bajangratu di Trowulan, Mojokerto.

Ekonomi

 

 

Celengan zaman Majapahit, abad 14-15 Masehi Trowulan, Jawa Timur. (Koleksi Museum Gajah, Jakarta)

Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan[14]. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa[18].

Menurut catatan Wang Ta-yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga[19]. Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata[20].

Struktur pemerintahan

Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya[21]. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi.

[sunting] Aparat birokrasi

Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan, dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya, antara lain yaitu:

Rakryan Mahamantri Katrini, biasanya dijabat putra-putra raja

Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan

Dharmmadhyaksa, para pejabat hukum keagamaan

Dharmma-upapatti, para pejabat keagamaan

Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. Selain itu, terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja, yang disebut Bhattara Saptaprabhu.

Pembagian wilayah

Di bawah raja Majapahit terdapat pula sejumlah raja daerah, yang disebut Paduka Bhattara. Mereka biasanya merupakan saudara atau kerabat dekat raja dan bertugas dalam mengumpulkan penghasilan kerajaan, penyerahan upeti, dan pertahanan kerajaan di wilayahnya masing-masing. Dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan, yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre.[22] Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu:

         Daha

Jagaraga

Kabalan

         Kahuripan

Keling

Kelinggapura

         Kembang Jenar

Matahun

Pajang

         Singhapura

Tanjungpura

Tumapel

         Wengker

Wirabumi

Raja-raja Majapahit

Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok[7].

  1. Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (12931309)
  2. Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (13091328)
  3. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (13281350)
  4. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (13501389)
  5. Wikramawardhana (13891429)
  6. Suhita (14291447)
  7. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (14471451)
  8. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (14511453)
  9. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (14561466)
  10. Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (14661468)
  11. Kertabumi, bergelar Brawijaya V (14681478)
  12. Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (14781498)
  13. Hudhara, bergelar Brawijaya VII (14981518)[23]

Warisan sejarah

 

 

Arca pertapa Hindu dari masa Majapahit akhir. Koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.

Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya.

Legitimasi politik

Kesultanan-kesultanan Islam Demak, Pajang, dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. Demak menyatakan legitimasi keturunannya melalui Kertabhumi; pendirinya, Raden Patah, menurut babad-babad keraton Demak dinyatakan sebagai anak Kertabhumi dan seorang Putri Cina, yang dikirim ke luar istana sebelum ia melahirkan. Penaklukan Mataram atas Wirasaba tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena merupakan lokasi ibukota Majapahit. Keraton-keraton Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berusaha membuktikan hubungan para rajanya dengan keluarga kerajaan Majapahit — sering kali dalam bentuk makam leluhur, yang di Jawa merupakan bukti penting — dan legitimasi dianggap meningkat melalui hubungan tersebut. Bali secara khusus mendapat pengaruh besar dari Majapahit, dan masyarakat Bali menganggap diri mereka penerus sejati kebudayaan Majapahit.[17]

Para penggerak nasionalisme Indonesia modern, termasuk mereka yang terlibat Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20, telah merujuk pada Majapahit sebagai contoh gemilang masa lalu Indonesia. Majapahit kadang dijadikan acuan batas politik negara Republik Indonesia saat ini.[14] Dalam propaganda yang dijalankan tahun 1920-an, Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai penjelmaan kembali dari Majapahit yang diromantiskan.[24]Sukarno juga mengangkat Majapahit untuk kepentingan persatuan bangsa, sedangkan Orde Baru menggunakannya untuk kepentingan perluasan dan konsolidasi kekuasaan negara.[25] Sebagaimana Majapahit, negara Indonesia modern meliputi wilayah yang luas dan secara politik berpusat di pulau Jawa.

Arsitektur

Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam bidang arsitektur di Indonesia. Penggambaran bentuk paviliun (pendopo) berbagai bangunan di ibukota Majapahit dalam kitab Negarakretagama telah menjadi inspirasi bagi arsitektur berbagai bangunan keraton di Jawa serta Pura dan kompleks perumahan masyarakat di Bali masa kini.

Persenjataan

Pada zaman Majapahit terjadi perkembangan, pelestarian, dan penyebaran teknik pembuatan keris berikut fungsi sosial dan ritualnya. Teknik pembuatan keris mengalami penghalusan dan pemilihan bahan menjadi semakin selektif. Keris pra-Majapahit dikenal berat namun semenjak masa ini dan seterusnya, bilah keris yang ringan tetapi kuat menjadi petunjuk kualitas sebuah keris. Penggunaan keris sebagai tanda kebesaran kalangan aristokrat juga berkembang pada masa ini dan meluas ke berbagai penjuru Nusantara, terutama di bagian barat.

Selain keris, berkembang pula teknik pembuatan dan penggunaan tombak.

Pencak silat

Meskipun tidak ada bukti tertulis, banyak perguruan pencak silat di Nusantara mengklaim memiliki akar tradisi hingga ke zaman Majapahit. Sebagai suatu rezim ekspansionis, tentara Majapahit dapat diduga memiliki kemampuan bertempur yang lebih handal daripada bawahan-bawahannya.

Majapahit dalam kesenian modern

Kebesaran kerajaan ini dan berbagai intrik politik yang terjadi pada masa itu menjadi sumber inspirasi tidak henti-hentinya bagi para seniman masa selanjutnya untuk menuangkan kreasinya, terutama di Indonesia. Berikut adalah daftar beberapa karya seni yang berkaitan dengan masa tersebut.

Puisi lama

Serat Darmagandhul, sebuah kitab yang tidak jelas penulisnya karena menggunakan nama pena Ki Kalamwadi, namun diperkirakan dari masa Kasunanan Surakarta. Kitab ini berkisah tentang hal-hal yang berkaitan dengan perubahan keyakinan orang Majapahit dari agama sinkretis “Buda” ke Islam dan sejumlah ibadah yang perlu dilakukan sebagai umat Islam.

Komik dan strip komik

Serial “Mahesa Rani” karya Teguh Santosa yang dimuat di Majalah Hai, mengambil latar belakang pada masa keruntuhan Singhasari hingga awal-awal karier Mada (Gajah Mada), adik seperguruan Lubdhaka, seorang rekan Mahesa Rani.

Komik/Cerita bergambar Imperium Majapahit, karya Jan Mintaraga.

Komik Majapahit karya R.A. Kosasih

Strip komikPanji Koming” karya Dwi Koendoro yang dimuat di surat kabar “Kompas” edisi Minggu, menceritakan kisah sehari-hari seorang warga Majapahit bernama Panji Koming.

Roman/novel sejarah

Sandyakalaning Majapahit (1933), roman sejarah dengan setting masa keruntuhan Majapahit, karya Sanusi Pane.

Kemelut Di Majapahit, roman sejarah dengan setting masa kejayaan Majapahit, karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo.

Zaman Gemilang (1938/1950/2000), roman sejarah yang menceritakan akhir masa Singasari, masa Majapahit, dan berakhir pada intrik seputar terbunuhnya Jayanegara, karya Matu Mona/Hasbullah Parinduri.

Senopati Pamungkas (1986/2003), cerita silat dengan setting runtuhnya Singhasari dan awal berdirinya Majapahit hingga pemerintahan Jayanagara, karya Arswendo Atmowiloto.

Dyah Pitaloka – Senja di Langit Majapahit (2005), roman karya Hermawan Aksan tentang Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Kerajaan Sunda yang gugur dalam Peristiwa Bubat.

Gajah Mada (2005), sebuah roman sejarah berseri yang mengisahkan kehidupan Gajah Mada dengan ambisinya menguasai Nusantara, karya Langit Kresna Hariadi.

Film/Sinetron

Tutur Tinular, suatu adaptasi film karya S. Tidjab dari serial sandiwara radio. Kisah ini berlatar belakang Singhasari pada pemerintahan Kertanegara hingga Majapahit pada pemerintahan Jayanagara.

Saur Sepuh, suatu adaptasi film karya Niki Kosasih dari serial sandiwara radio yang populer pada awal 1990-an. Film ini sebetulnya lebih berfokus pada sejarah Pajajaran namun berkait dengan Majapahit pula.

Walisongo, sinetron Ramadhan tahun 2003 yang berlatar Majapahit di masa Brawijaya V hingga Kesultanan Demak di zaman Sultan Trenggana.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit

vocabulary


Image

Arm : Lengan

Shoulder                     : bahu

Armpit                        : ketiak

Shoulder-balde            : tulang belikat

Upper-arm                  : lengan atas

Lower-arm                  : lengan bawah

Elbow                        : siku

Wrist                         : pergelangan tangan

Pulse                        : denyut  nadi

Hand                         : tangan

Palm of hand             : telapak tangan

Finger                       : jari

Fore-finger                 : telunjuk

Middle-finger              : jari tengah

Ring finger                 : jari manis

Little finger                : kelingking

Thumb                      : jempol

Fist                          : kepalan

Post Navigation