agusdayu

Just another WordPress.com site

Archive for the month “Februari, 2012”

FILOLOGI


FILOLOGI
PENGANTAR.
– Filologi dikenal sebagai ilmu yang berhubungan dengan karya masa lampau yang
berupa tulisan.
– Studi terhadap karya masa lampau dilakukan karena :
– Adanya anggapan bahwa dalam peninggalan tulisan masa lampau terdapat atau
terkandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masa kini.
– Hasil karya masa lampau berada dalam kondisi yang tidak selalu dapat diterima dan
dipahami dengan jelas dan dapat dikatakan “gelap” oleh pembaca sekarang.
– Memiliki informasi tentang hasil budaya masa lampau yang berupa buah pikiran,
perasaan, adat istiadat, hukum, kepercayaan, nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,
dan berbagai segi kehidupan yang pernah ada.
– Karya tulis masa lampau tercipta dari latar sosial dan budaya yang berbeda dengan
latar sosial budaya masyarakat pembaca masa kini.
– Karya tulis berasal dari kurun waktu berpuluh tahun atau ratusan tahun yang lampau,
saat ini telah mengalami kerusakan akibat proses penyalinan dalam waktu yang lama,
ataupun akibat faktor bahan maupun cuaca. Sehingga semua itu mengakibatkan
munculnya variasi.
– Kerusakan bacaan, kerusakan bahan, dan munculnya sejumlah variasi pada teksnya
menuntut cara untuk mendekatinya.
– Karakteristik karya-karya tulis dengan kondisi yang demikian, menuntut pendekatan
yang memadai dalam membaca dan menyiangi berbagai kesulitan yang ada. Untuk ini
maka muncullah filologi.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa lahirnya filologi dilatarbelakangi oleh
berbagai faktor berikut :
1. Munculnya informasi tentang masa lampau di dalam sejumlah karya tulisan.
2. Adanya anggapan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tulisan masa
lampau masih relevan dengan masa kini.
3. Kondisi fisik dan substansi materi informasi akibat rentang waktu yang panjang.
4. Faktor sosial budaya yang melatarbelakangi penciptaan karya-karya tulis masa lampau
yang tidak ada lagi atau tidak sama dengan latar sosial budaya pembacanya masa kini.
5. Keperluan untuk mendapatkan hasil pemahaman yang akurat.
1. PENGERTIAN FILOLOGI.
A. Etimologi dan Terminologi.
Etimologi :
– Filologi berasal dari bahasa Yunani philologia, yang merupakan gabungan dari kata
philos : teman, dan logos : pembicaraan atau ilmu.
– Dalam bahasa Yunini philologia memiliki tahapan perkembangan arti :
enang berbicara.
Senang belajar.
Senang kepada ilmu.
Senang kepada tulisan-tulisan.
Senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi, seperti karya sastra.
Terminologi :
– Istilah “filologi” mulai dipakai kira-kira abad ke-3 SM oleh sekelompok ahli dari
Iskandariyah. Pencetusnya adalah Eratosthenes.
– waktu itu, mereka harus berhadapan dengan sejumlah peninggalan tulisan yang
menyimpan suatu informasi dengan bentuk yang bermacam-macam, dimana pada
fisiknya terdapat sejumlah bacaan yang rusak atau korup.
– Secara istilah Filologi adalah ilmu yang digunakan untuk mengkaji peninggalan tulisan
yang berasal dari kurun waktu berpuluh tahun atau beratus tahun sebelumnya.
– Dalam istilah Arab, filologi dikenal sebagai tahqiq yaitu mengetahui hakekat (kebenaran
sebenarnya) sebuah tulisan atau teks. Sedangkan orang yang melakukan pen-tahqiq-an
sebuah teks disebut muhaqqiq.
– Tahqiq adalah penelitian cermat terhadap sebuah karya sastra atau teks yang mencakup
hal-hal berikut :
1. Apakah benar sebuah karya sastra (yang sedang diteliti atau ditahqiq) merupakan
karya asli pengarang sebagaimana yang disebut dalam judul buku.
2. Apakah isinya benar-benar sesuai dengan mazhab pengarang.
3. Mentahqiq dan mentakhrij semua ayat-ayat Al Quran dan Hadits dengan menyebut
sumbernya dalam catatan kaki jika pada teks yang ditahqiq tidak disebutkan.
4. Memberi penjelasan hal-hal yang kurang jelas pada teks.
Batasan dan wilayah studi filologi.
– Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti luas.
– wilayah dan jangkauan studi filologi adalah meliputi aspek kebahasaan, kesusastraan dan
kebudayaan.

Post Navigation